Sebuah penelitian ungkap kemampuan baru Touchscreen

Sebuah penelitian ungkap kemampuan baru Touchscreen

347

Touchscreen boleh jadi telah menjadi sebuah bagaian dari smartphone dan tablet yang memudahkan pengunanya. Fleksibilitas dan kemampuan seperti multi touch, multi gesture, double tap, dan lain sebagainya menjadi hal yang membuat Touchscreen menjadi pilihan beberapa penggemar gadget. Sebuah penelitian mengungkap dan menyarankan sebuah kemampuan baru Touchscreen. Touchscreen device yang merespon tidak hanya untuk regular tap dan swipe dalam dua-dimensi, tetapi Sheering di layar. Penemuan ini tentunya akan membuka paradigma baru untuk perangkat tablet dan smartphone. Untuk mengakses sebuah option tertentu, kita tidak lagi melihat UI dipenuhi oleh pop-up toolbar yang mendominasi layar. Cukup press-and-pull gesture, beberapa option sudah dapat kita lakukan.

sheer-touch

Proyek, hasil karya Chris Harrison dan Scott Hudson dari Carnegie Mellon University, menjelaskan “Menggunakan Shear sebagai saluran input tambahan untuk Interaksi Touchscreen yang lebih kaya.” Mereka membuat sebuah prototype menggunakan sebuah panel yang bergerak di atas sebuah perangkat tablet layar sentuh, yang dapat ditarik ke beberapa arah jika pengguna menekan ke bawah dan menyeret jari mereka di atasnya. Mereka berpendapat, bahwa metode input keseluruhan baru ini dapat dimanfaatkan di platform generasi selanjutnya.

“Touch input dibatasi, biasanya hanya menyediakan koordinat finger X/Y. Untuk mengakses dan beralih di antara fungsi yang berbeda, layar sebenarnya yang berharga harus dialokasikan untuk tombol dan menu, atau pengguna harus melakukan tindakan khusus, seperti touch-and-hold, double tap, atau multi-finger chords. Bahkan harus menambah beberapa bit informasi tambahan, meninggalkan interaksi sentuhan yang rumit untuk banyak tugas. Dalam karya ini, kami menggantinya dengan menggunakan touch input dimension yang sebagian besar tidak digunakan: Shear / geser (gaya tangensial ke permukaan layar). Mirip dengan tekanan, geser dapat digunakan dalam beberapa hal dengan input posisi jari yang konvensional . Namun, tidak seperti tekanan, geser menyediakan ruang, analog 2D input space, yang memiliki banyak kegunaan” Harrison dan Hudson

Dalam video demo prototype tersebut tampak bahwa Sheering di satu bagaian, beberapa option dapat dipilih, sebuah touch dan sheer-up (geser ke atas) gesture dapat mengcopy text, kemudian dengan touch dan sheer-down (geser ke bawah) untuk paste text yang di copy. Dalam video demo tersebut juga diperlihatkan fungsi Sheering ini untuk pemutar musik. Dengan Sheering Gesture kita bisa memilih lagu, play lagu, next, dan zooming lagu.

Salah satu isu praktis yang jelas adalah sifat perangkat keras: prototipe saat ini, misalnya, membutuhkan layar yang dapat bergerak di atas perangkat itu sendiri. Namun, beberapa produsen touchscreen – seperti Neonode – sudah bekerja pada sensor yang dapat menentukan tidak hanya titik sentuh tetapi sudut sentuhan, tekanan dan banyak lagi. Itu mungkin akan mendukung sistem yang dikembangkan para peneliti ini, sehingga tanpa memerlukan sebuah panel canggung di atasnya.

via SlashGear
SRYRDAJA6HKM